Crowdfunding adalah teknik pendanaan untuk proyek atau unit usaha yang melibatkan masyarakat secara luas. Pengertian crowdfunding tersebut merupakan pengertian umum yang tentunya mudah untuk dipahami. Seperti yang diketahui sebelumnya, bahwa istilah crowdfunding kini menjadi istilah yang tidak asing lagi bagi dunia bisnis di indonesia. Terutama bagi mereka yang tergolong dalam dunia bisnis online (online marketing).

Setidaknya pada tahun-tahun belakangan ini istilah crowdfunding menjadi istilah yang familiar di telinga masyarakat yang menggeluti dunia usaha. Banyak juga bermunculan perusahaan yang menggeluti bisnis menggunakan sistem crowdfunding di Indonesia. Hal inilah yang mendorong pemerintah Indonesia untuk memilih segera meluncurkan otoritas mengenai praktek crowdfunding di Indonesia.

Inilah yang menjadi dasar munculnya regulasi yang mendukung jasa otoritas keuangan melalui sistem crowdfunding yaitu equity crowdfunding. Sebenarnya, apa saja jenis crowdfunding yang ada pada dunia? Dan apa saja keunggulan dan cara kerjanya? Simak penjelasan lengkapnya dalam uraian berikut ini.

Jenis-jenis crowdfunding

Sesuai dengan pendapat yang dikemukanan oleh Dhoni Siamsyah dalam sebuah artikel dengan judul Konsep Crowdfunding untuk Pendanaan Infrastruktur di Indonesia terdapat 4 jenis pembagian crowdfunding, yaitu:

  1. Donation Based Crowdfunding

Jenis yang pertama yang akan dibahas yaitu Donation Based Crowdfunding yang merupakan crowdfunding yang bersifat memberi donasi atau pinjaman untuk mengembangkan usaha. Hal ini lebih diprioritaskan pada jenis pembangunan sekolah, yayasan dan fasilitas umum lainnya. Sesuai dengan nama yang telah dijadikan label, bahwa para investor tidak akan mendapatkan prosentase keuntungan.

  1. Reward Based Crowdfunding

Jenis dari crowdfunding yang kedua yaitu Reward Based Crowdfunding adalah crowdfunding yang bergerak pada pembiayaan bisnis kreatif seperti bisnis pembuatan aplikasi atau game. Pada crowdfunding jenis ini para pemilik modal akan mendapat imbalan berupa jasa yang telah diberikan, dan bukan mendapatkan keuntungan berupa uang. Anda sebagai para penggalang dana dapat mengajukan proposal terlebih dahulu.

  1. Debt Based Crowdfunding

Jenis yang ketiga yang perlu anda ketahui adalah jenis Debt Based crowdfunding yang merupakan jenis crowdfunding yang bertujuan memberi hutang untuk pinjaman modal. Para donator nantinya akan mendapatkan keuntungan tersendiri dari apa yang disumbangkanhal ini biasanya terpaut pada sistem Peer To Peer Landing (P2P Landing) yang menjadi alternatifnya.

  1. Equity Crowdfunding

Equity Crowdfunding merupakan jenis layanan urun dana yang memanfaatkan teknologi sebagai media utama. Para pihak penggalang dana kali ini berperan untuk memberikan asset yang dimiliki kepada para investor. Equity Crowdfunding inilah yang menjadi jenis yang paling popular di seluruh Indonesia.

Cara Kerja Crowdfunding

Cara kerja crowdfunding dapat dibilang sangat sederhana dan juga mudah untuk dilakukan, anda sebagai penggalang dana hanya perlu mengaksesnya secara online dengan menawarkan asset melalui presentasi yang telah dilakukan untuk menarik investor. Para investor yang tertarik akan memberikan kucuran dana kepada anda selaku pemilik saham.

Hal ini seringkali menjadi alternative para pengusaha untuk mendapatkan modal tanpa melibatkan pihak bank dan juga tanpa ribet. Sungguh merupakan hal yang wajar apabila nantinya crowdfunding Indonesia menjadi hal yang menjamur di indonesia.

Kesimpulan

Pada zaman yang serba canggih ini, pilihan mengenai bisnis crowdfunding dapat dijadikan sebagai solusi cerdas untuk mengembangkan usaha bisnis yang sedang dirintis. Sungguh hal yang sangat wajar jika para penggemar crowdfunding akan semakin banyak bermunculan. Sebaiknya anda memilih jenis crowdfunding yang telag terdaftar resmi pada situs di OJK.

Semoga bermanfaat.

Tags